Minggu, 19 September 2010

QUEEN SEONDUK

Drama korea pertama yang aku tonton. Ngeliat pertama kali di Indosiar. Dari episode pertama udah bikin penasaran. Alur ceritanya bagus, plotnya cepet.......untuk pemirsa drama korea kategori pemula cukup gampang ngikutinnya. Pemeran utamanya sih Mbak Lee Yo won as Deokman aka Queen Seonduk. Sekalipun diasuh ama ibu angkatnya di luar istana, tapi ne anak pinter en cerdas banget. Dari kecil sifat keingintahuannya udah gede. Bacaannya buku2 sejarah, astrologi dll (pokoknya nih anak udah haus ilmu terus). Pandai bahasa asing yang dia dapet secara otodidak dari buku.




Satu nilai filsafat yang bisa diambil dari film ini: Seorang pemimpin harus tegas terhadap bawahannya. Seorang pemimpin harus lebih memperhatikan lawannya dibanding dengan pengikutnya.

Aku liat film ini udah berulang-ulang...gak ngebosenin. Apalagi pemeran cowoknya....huh.....ganteng abes

Yang ini nama aslinya KIM NAM GIL....disini dia berperan sebagai Bidam. Dia bermain bagus banget. Pemanah yang bagus, petarung sejati tapi hatinya sangat rapuh. Dibesarkan tanpa kasih sayang ortu dan diasuh oleh seseorang yang belum pernah punya anak, menjadikan dia pribadi yang labil. Dia mewarisi sifat ambisius dari ibunya Lady Mishil dan sifat baik dari bapak asuhnya Munno.
Kalo menurut sejarahnya nih, Queen Seonduk ini meninggal dalam usia muda, 37 tahun. Dan dia menikah hanya untuk mempertahankan kekuasaan. Dia ratu pertama dalam sejarah Korea. Hebat.......ambisi dia untuk menjadikan Shilla sebagai penakhluk 3 Han tercapai, walau bukan dalam pemerintahan dia. 

Aku cerita tokoh-tokoh di The Great Queen Seon Duk yah...............:

Jenderal Kim Yusin dulunya atasan si Deokman waktu Deokman masih menjadi Hwarang. Kim Yusin inilah orang yang mengantar kesuksesan si Deokman dari menjadi seowang hwarang lalu menjadi seorang Putri dan pada akhhirnya menjadi Ratu. Kim Yusin adalah pribadi yang loyal kepada Queen Seonduk. Dia harus rela mengubur cintanya kepada Deokman/Queen Seonduk. Baginya bisa melayani Ratu adalah kebahagiaan tersendiri. Hikz.....memang bener..cinta tak harus memiliki. Di sejarah Korea, Jenderal Kim Yusin adalah Pahlawan besar. Penyatuan 3 Han yang menjadi cita-cita Queen Seonduk berhasil dia raih. Untuk mengenang pengabdiannya, Korea membuat Patung Besar Jenderal Kim Yusin dan makamnya lebih besar dari makam Queen Seonduk.
Kalo yang sebelah kiri namanya Alcheon. Jabatan terakhir dia adalah Perdana Menteri (menggantikan Bidam yang telah berkhianat). Ni orang karakternya lurus, loyal. Dia menjadi pelayan abadinya Queen Seonduk. Bahkan ketika ditawari tahta (karena Queen Seonduk tidak mempunyai keturunan) , si Alcheon gak mau. Ni orang emang gak punya nafsu politik sama sekali. Padahal kalo di sejarah Korea, apabila Raja tidak memiliki keturunan, posisi pertama akan ditawarkan kepada Perdana Menteri.

Yang ditengah adalah Jukbang dan sebelah kanan Godo. Dua orang ini adalah saudara angkat Queen Seonduk. Awalnya kedua orang ini adalah preman pasar, sampai takdir mempertemukan mereka berdua dengan Deokman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar